Kadin: Neraca Perdagangan RI Berstatus 'Gawat Darurat'
Jakarta - Neraca Perdagangan Indonesia mengalami defisit karena nilai impor yang lebih besar dari ekspor. Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengganggap ini adalah situasi yang sudah kritis.Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Ketua Umum Kadin bidang Industri, Perdagangan dan Logistik Natsir Mansyur saat ditemui di kantornya Menara Kadin, Jakarta, Rabu (8/1/2013).
"Kalau kita lihat defisit neraca perdagangan kita itu sangat besar sekali. Terakhir November ada loss US$ 1,5 miliar. Ini nggak main-main, udah gawat darurat," tegas Natsir.
Dia mengatakan, hal tersebut salah satunya disebabkan oleh adanya Free Trade Agreement antara Indonesia dengan negara-negara lain seperti China, Jepang dan negara lainnya.
"Oleh karena itu Mendag harus lebih hati-hati. Jangan segampang itu membuat FTA," jelasnya.
Dengan demikian, Natsir mengharapkan, seharusnya pemerintah melibatkan kalangan pengusaha dalam pembahasan mengenai FTA ini. Selama ini, pemerintah dinilai tak pernah melibatkan kalangan pengusaha.
"Jadi kita minta kepada pemerintah dalam bernegosiasi libatkan pengusaha. Jangan pas pertemuan para kepala negara dibuat kebijakan yang insidentil, sodok-sodok," kata Dia.
"Karena semua kebijakan yang merasakan semua bangsa Indonesia," imbuh Natsir.
Sebelumnya, BPS menyatakan, total ekspor Indonesia pada Januari-November 2012 mencapai US$ 174,76 miliar atau turun 6,25%. Sementara nilai impor pada periode yang sama adalah US$ 176,09 miliar atau naik 9,4%. Ini menyebabkan neraca perdagangan defisit.
Sumber: detikFinance

0 komentar: