TOP NEWS

Rabu, 09 Januari 2013

Nasib Proyek MRT Jakarta Diputuskan Paling Lambat 21 Januari

Jakarta - Nasib proyek Mass Rapid Transit (MRT) DKI Rp 15 triliun akan dikeluarkan bulan ini dalam bentuk keputusan pemerintah. Bisa ada perubahan komposisi pembiayaan.

"Kalau sampai nanti ada perubahan, itu harus dalam bentuk keputusan pemerintah, karena nanti perlu ada perubahan perjanjian hibah dan penyaluran dana," ungkap Menteri Keuangan Agus Martowardojo usai meninggalkan rapat koordinasi Transportasi Jakarta di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (9/1/2013).

Agus menegaskan, keputusan ini akan dikeluarkan paling lambat 21 Januari 2013. "Kita di pemerintah pusat sudah memberikan ancang-ancang pada paling lambat 21 Januari, diharapkan sudah ada respons dan disampaikan oleh Menko perekonomian," terangnya..

Ia menjelaskan, proyek yang sudah diputuskan sejak 2005 silam ini sudah berjalan dengan komposisi pembiayaan 42% hibah dari pemerintah pusat dan 58% dalam bentuk pinjaman lunak jangka panjang yang ditanggung pemerintah provinsi DKI Jakarta. "Pinjaman sampai 40 tahun,"ujarnya.

Namun dikarenakan Pemprov DKI merasa bebannya terlalu berat, akhir tahun lalu Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) mengajukan perubahan komposisi pembiayaan. Namun Agus belum memutuskan apakah akan mengubah komposisi pembiayaan proyek tersebut.

"Ini belum selesai. Tapi dari kemenkeu menyampaikan, perlu ada satu dasar yang jelas yaitu misalnya sekarang studi yang ada dari Jakarta, yakni Lebak bulus sampai Dukuh Atas. Tapi dari Dukuh Atas ke HI atau stasiun Kota, itu belum ada studinya," papar Agus.

Agus menekankan proyek ini harus dipertegas pada ruang lingkup tugas dan biaya total proyek.

"Jangan sampai terlalu mahal yang akibatnya nanti harus ditanggung oleh Pemda Pempus dan nanti yang bayar akhirnya rakyat. Jadi kami ingatkan perlu dilakukan kajian yang baik, khsususnya biaya proyek jangan sampai kemahalan," pungkasnya.

Sumber: detikFinance

0 komentar: