Tips Membangun Kompetensi Jurusan Manajemen Keuangan.(By. Pak Rio Harcan)
Career coach quote: "Your job is not your career, your career is your passion". Kita masuk jurusan keuangan tanyakan ke diri kita apa sih yang kita mau? jadi akuntan di kantor konsultan asing kah, jadi auditor di BUMN atau bank kah, buka toko sendiri atau apa at the end?. Setelah tau kita maunya apa? lalu perlu gak bikin crash program selama 3 tahun kuliah di APP?. Jelas sangat butuh:1. Tahun pertama di APP
Buat fondasi dan landasan atas profesi apa yang mau kita tuju, dari tahun pertama kuliah di APP saya enggak bergeming pokoknya mau jadi auditor, jalan-jalan dan keluar negeri. Itu terus yang saya tanamkan. Mulailah menekankan mata kuliah apa saja yang harus anda kuasai. Bukan dapat nilai bagus aja ya, tapi bener-bener kuasai, cintai hingga anda mastering dengan subyeknya. Gimana mau jadi auditor wong akuntansinya keleleran, analisa laporan keuangan kita bisanya menghafal, kita enggak tau tuh bagaimana kaitannya likuiditas dan solvabilitas, kita enggak bisa menganalisa perusahaan dengan beragam industri yang berbeda. Bagaimana kita bisa? coba liat artikel di detik finance, lihat kenapa ada perusahaan yang collapse and bankrupt, kenapa bisa terjadi mulai lah anda cari tau misalnya Mandala Airlines salahnya dimana mereka terpuruk?, sekedar membangun interest aja, wong ilmunya masih baru tahun 1 kok, jadi wajar ada bahasa dan istilah yang belum nyampe tapi minimal anda sudah jadikan media latihan.
2. Tahun kedua di APP
Nah tahun kedua ini sudah banyak mata kuliah kekhususan maupun konsentrasi yang butuh pembelajaran lebih intensif. Hati-hati biasanya kesibukan diluar kampus mampu melemahkan semangat dan tujuan mulia di tahun pertama. So, fokus..fokus..fokus. Tahun pertama sudah mantep dengan auditor, ditanyakan lagi kediri sendiri apa iya masih mau jadi auditor. Jika iya, pertanyaannya industrinya apa? perbankan, oil and gas, atau generic aja. Kalau sudah maka mulai lah anda hunting informasi tentang industri itu. Udah jadi rahasia umum lah anak APP mau jurusan apa aja, itu udah gaptek, terbelakang dan telat akan info bisnis dan industri. Kita itu reaktif seolah olah belajar bisnis dan industri cuma kalau mau ngerejain soal atau diskusi kelompok. Salah!!! kita harus tau betul apa yang sedang terjadi diluar sana for good. Buat komparasi materi, antara pemahaman mata kuliah konsentrasi yang kita terima di kampus dengan kampus lain baik D3 atau S1, jadi kita ada dimana knowledge dan kompetensinya at the time being. Jadi kalau ternyata kita kalah, wah kan bisa panic, gimana mau jadi auditor yang bisa bersaing wong kampus lain udah belajar kemana-mana kita masih debet kredit aja. Beberapa mata kuliah itu butuh latihan yang cukup seperti auditing dan analisa laporan keuangan. donwload laporan keuangan dari website Bursa Efek Indonesia, coba analisa.
3. Tahun ketiga di APP
Tetapkan satu nilai tambah didalam kompetensi kamu, jika tahun kedua mendalami core competency maka tahun ketiga establish your skill completely. Kalau gagap ngomong inggris nah tahun ketiga dikebut, kalau gagap ama komputer nah ini juga kamu dalami. Jangan cukup bangga cuma tau MYOB, bikin excel cuma tambah dan bikin tabel, tau bikin presentasi di power point, jago download, punya FB dan tweeter, pleased deh ahhh itu mah anak saya yang SD juga bisa kaleeee. belajar IT itu yang betul misalnya tau sedikit tentang IT Audit, Computer Networking for Business, E-commerce, pokoknya nilai tambah yang dibutuhkan di industri sekarang. Saat saya mau lulus saya tau betul dihampir semua kampus jurusan akuntansi itu pada gaptek makanya saya belajar IT secara mendalam otodidak. Selesaikan skripsi tepat waktu bahkan jauh lebih cepat supaya peluang magang udah lebih banyak jadi begitu selesai wisuda anda sudah punya probabilitas lebih tinggi mendapatkan your dream job. Ingat jangan pragmatis masih banyak pekerjaan lain yang punya bayaran dan karir yang lebih baik.

0 komentar: