TOP NEWS

Kamis, 10 Januari 2013

Arab Kurangi Produksi, Minyak Mentah 'Memanas'


NEW YORK - Harga minyak mentah naik karena adanya berita bahwa eksportir terbesar minyak dunia, Arab Saudi, mengurangi produksi. Padahal, Arab akan mengurangi produksi lantaran permintaan akan minyak mentah melemah. 

Berita tentang pembatasan pasokan Arab Saudi membantu Brent naik lebih dari USD113 per barel untuk pertama kalinya, sejak pertengahan Oktober. Selain itu, kenaikan ekspor di China turut membantu meningkatkan harga minyak mentah.

Minyak juga mendapat dorongan dari data perdagangan China yang menunjukkan rebound ekspor pertumbuhan yang kuat pada Desember, dan meningkatkan ekspektasi pertumbuhan ekonomi negara nomor dua di dunia ini akan mendorong permintaan bahan bakar meningkat.

"Data yang kuat dari China menunjukkan permintaan akan minyak mentah mungkin akan membaik, dan Arab Saudi telah memotong produksinya, tetapi revisi oleh Fed Philly memberikan pasar jeda sedikit," kata Phil Flynn, analis di Grup Harga Futures di Chicago seperti dilansir dari Reuters, Jumat (11/1/2013).

Minyak mentah berjangka Amerka Serikat (AS), West Texas Intermediate (WTI), sempat naik ke level tertinggi 16 mingguan ke USD94,70 per barel sebelum akhirnya ditutup hanya naik 72 sen ke USD93,82 per barel. Minyak mentah Brent sempat naik ke USD113,29 per barel sebelum menetap di USD111,89 per barel.

Produsen terbesar minyak dari OPEC tersebut, akan memangkas produksi minyak mereka sebesar 700.000 barel per hari (bph) menjadi 9 juta barel per hari. Para dealer minyak mentah Saudi mengatakan pemotongan tersebut didorong oleh permintaan yang lebih rendah.

Arab Saudi mengatakan, harga minyak yang ideal berada di kisaran USD100 per barel, namun laporan terbaru menunjukkan bahwa output minyak dari beberapa daerah, khususnya Amerika Utara, tumbuh pesat selama dua tahun ke depan. 

Data pemerintah AS menunjukkan bahwa produksi minyak dalam negeri naik di atas 7 juta barel per hari pekan lalu. Kenaikan ini merupakan pertama kalinya sejak 1993.

Sumber: OkeZone

0 komentar: